Ketua Muaythai Aceh Sambut Kedatangan Atlet Peraih 4 Mendali Emas dan 2 Mendali Perak

Kana Berita | Banda Aceh — Ketua Muaythai Pengprov Aceh H. Heri Julius, S, Sos, MM Menyambut kedatangan Atlet Peraih 4 Mendali Emas dan 2 Mendali Perunggu di Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Selasa ( 27/10) Sore.
Kontingen Muaythai Aceh berhasil meraih empat medali emas dan dua medali perak dalam ajang 1st Muar Muaythai Championship yang berlangsung di Taman Riadah, Johor, Malaysia, pada 24–25 Oktober 2026.

Hasil tersebut memperlihatkan potensi atlet Muaythai Aceh untuk bersaing di level internasional. Keberhasilan ini sekaligus menjadi dorongan bagi penguatan pembinaan olahraga prestasi di Aceh.
Dalam kejuaraan tersebut, Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Aceh mengirimkan tujuh atlet untuk menguji kemampuan menghadapi lawan dari luar negeri sekaligus menambah jam terbang pertandingan.
Empat medali emas diraih Ade Masyita di kelas 51 kilogram putri, Fika Meliyandani di kelas 54 kilogram putri, M. Zakie Al Hafid di kelas 65 kilogram putra, dan Ridwansyah di kelas 51 kilogram putra.Adapun dua medali perak disumbangkan Ahmadi Rezad di kelas 70 kilogram putra dan M. Akbar Patra di kelas 60 kilogram putra.

Heri Julius :
Prestasi Harus DipertahankanKetua Pengprov Muaythai Aceh, Heri Julius, mengapresiasi perjuangan para atlet dan pelatih yang telah membawa nama Aceh dalam kompetisi internasional tersebut.Ia menilai capaian ini merupakan hasil kerja keras atlet, kedisiplinan dalam latihan, serta persiapan tim sebelum berlaga.“Alhamdulillah, hasil yang diraih atlet-atlet Muaythai Aceh di Malaysia sangat membanggakan.
Saya mengapresiasi kerja keras para atlet dan pelatih yang telah berjuang membawa nama baik Aceh di level internasional,” ujar Heri JuliusAnggota DPR Aceh tersebut berharap keberhasilan ini tidak membuat para atlet cepat berpuas diri.
Sebaliknya, prestasi yang diraih harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga konsistensi dalam menghadapi kejuaraan berikutnya.
Heri Julius turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua KONI Aceh atas dukungan terhadap pembinaan Muaythai di Aceh. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi cabang olahraga dan KONI diperlukan untuk membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.
Pembinaan Berkelanjutan Jadi KunciSelama kejuaraan berlangsung, para atlet didampingi Coach Putra dan Coach Aan. Keduanya berperan dalam mempersiapkan strategi serta mental bertanding para atlet.
Rombongan dijadwalkan kembali ke Aceh pada Selasa sore melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.Capaian empat medali emas dan dua perak ini menjadi modal penting bagi Muaythai Aceh untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi selanjutnya.Meski demikian, mempertahankan prestasi membutuhkan langkah konkret.
Program latihan yang terukur, kompetisi rutin, peningkatan kualitas pelatih, serta dukungan pembiayaan menjadi bagian penting dari proses pembinaan.Keberhasilan di Malaysia diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga menjadi pijakan untuk mencetak lebih banyak atlet berprestasi dari Aceh.
Dengan pembinaan yang konsisten dan dukungan berbagai pihak, Muaythai Aceh memiliki peluang untuk terus memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan olahraga bela diri yang diperhitungkan di Indonesia.(Haris)
